ANALISIS
FILM “GRIDIRON GANG”
BERDASARKAN
TEORI PERKEMBANGAN REMAJA
REVIEW FILM:
Film
Gridiron Gang dibintangi oleh Dwayne “The Rock” Johnson dan Xzibit. Film ini
berdasarkan pada kisah nyata. Film ini berkisah tentang kondisi sosiologis di
Amerika Serikat beberapa tahun lampau dimana lebih dari 120.000 remaja AS usia
antara 16-20an tahun dipenjara di Penjara Anak, Camp Kilpatrick, Amerika
Serikat.
Sebelum
Sean Porter (Dwayne "The Rock" Johnson) dan Malcolm (Xzibit) membuat
gebrakan baru dalam penanganan pada tahanan Camp Kilpatrick, para pelaku
kriminal di Camp Kilpatrick ini diperlakukan seperti halnya di penjara
anak-anak lainnya. Dengan peraturan yang sangat ketat, dimana mereka selalu
diposisikan sebagai sosok bersalah dan harus menerima hukuman atas kesalahannya.
Dan akhirnya, hidup mereka seringkali berpindah-pindah dari penjara satu ke
penjara lain, dan setelah keluar dari penjara kembali lagi ke genk mereka dan
terus berpindah dari kejahatan satu ke kejahatan yang lain yang berujung pada
kematian. Namun setelah Porter memutuskan membuat rencana untuk mengajarkan
disiplin dan tanggung jawab melalui permainan football dan menunjukkan
kemampuan mereka, sediki demi sedikit keadaan berubah.. Para penjahat kecil
tersebut diberi kesempatan untuk membuktikan diri mereka bahwa mereka bukanlah
sampah masyarakat, tetapi sebuah mutiara hitam yang belum terasah. Beberapa
penghuni Camp dipilih untuk dilatih menjadi pemain football dalam sebuah tim
‘Mustang’. Tapi hanya ada waktu 4 minggu sebelum mulai musim yang baru, Porter
harus berusaha keras membentuk tim yang kompetitif. Mereka diberi bekal
motivasi melalui olahraga. Mereka dididik memiliki solidaritas dalam sebuah tim
dengan cara yang lebih tepat. Mereka diberikan kesempatan untuk memperbaiki
diri. Dari sini, mereka belajar merasakan kegagalan, kekalahan, kesedihan, dan
kekompakan yang sebenarnya.
Dalam
tahun pertama uji coba program pelatihan football di dalam penjara tersebut,
menghasilkan sebuah data statistik yang cukup bagus. Meskipun tidak bisa
menghapus kenakalan remaja secara menyeluruh, program tersebut menuai sebuah
kesuksesan yang diharapkan mampu menurunkan tingkat kenakalan remaja.
Salah
satu diantara mereka, Junior Palaita, setelah keluar dari penjara, ia bekerja
di sebuah perusahaan furniture. Selanjutnya, Kelwin Owens adalah contoh alumni
tim yang kemudian melanjutkan sekolah di SMU Washington setelah keluar dari
penjara. Di sana ia bermain sebagai anggota tim football setempat. Kenny Bates
melanjutkan sekolah dan tinggal rukun bersama ibunya setelah sebelumnya
mengalami broken home. Leon Hays yang
sebelumnya punya pendapatan sebagai bandar narkoba dengan pendapatan uang 5-10
kali lipat dari gaji sipir penjara tiap bulannya, berusaha menghindari narkoba
dengan masuk SMU Dorsy dan bermain untuk sekolahnya. Sedangkan diantara yang
kembali ke penjara adalah Miguel Perez dan Donald Madlock. Dan yang paling
membuat sedih adalah Bug Wendel yang merupakan anggota mantan tim football Camp
Kilpatrick paling muda yang masuk penjara karena menjambret dan menusuk seorang
ibu di jalan, selepas keluarnya dari penjara, tewas dalam sebuah penembakan di
Compton. Lalu yang paling istimewa dari tim tersebut, Willie Weathers, yang
masuk penjara karena membunuh ayahnya, pada akhirnya mendapatkan beasiswa penuh
untuk bermain football di sebuah sekolah asrama ternama. Ia sudah meninggalkan
dunia genk-nya.
TEORI PERKEMBANGAN REMAJA
Menurut
Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks,
dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall
(dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun.
Pada
usia tersebut, tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai
berikut:
- Mencapai
hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun
lawan jenis
-
Mencapai
peran sosial maskulin dan feminin
-
Menerima
keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif
-
Mencapai
kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
-
Mencapai
kepastian untuk mandiri secara ekonomi
-
Memilih
pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja
-
Mempersiapkan
diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga
-
Mengembangkan
kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai
warga negara
-
Menginginkan
dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial
-
Memperoleh
rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam
Hurlock, 1973).
Namun
tidak semua remaja mampu melewati dan menjalani tugas perkembangan tersebut
dengan baik. tidak dapatnya remaja dalam menjalankan tugas-tugas
perkembangannya inilah yang memicu munculnya permasalahan serta kenakalan pada
remaja tersebut.
Permasalahan
yang dihadapi remaja salah satunya adalah penggunaan alkohol dan obat
terlarang. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja
mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya
diri, solidaritas terhdp kelompok/teman , adaptasi dengan lingkungan, maupun
untuk kompensasi serta pengaruh sosial dan interpersonal, termasuk kurangnya
kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif
dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
Menurut
C. Zastrow (1982), kenakalan remaja adalah label perilaku-perilaku, seperti menjauh
atau menghindar dari sekolah, dari rumah yang bermasalah, dari situasi rumah
yang bermasalah, dari situasi rumah yang membosankan, dari orang tua yang
menelantarkan, dari kebosanan, dari
kesulitan diri, dari kehidupan yang sulit, dari rumah yang tidak bahagia, dan dari kesulitan yang satu ke kesulitan
yang lain
Sedangkan
pada usia remaja, tugas perkembangan yang utama adalah pencarian identitas
diri. Menurut teori Erikson ”Identitas dan kebingungan identitas (identity versus identity confusion)” yang
dialami individu selama tahun-tahun masa remaja. Pada tahap ini mereka
dihadapkan oleh pencarian siapa mereka, bagaimana mereka nanti, dan ke mana
mereka akan menuju masa depannya. Satu dimensi yang penting adalah penjajakan
pilihan-pilihan alternatif terhadap peran. Orangtua harus mengijinkan anak
remaja menjajaki banyak peran dan berbagai jalan. Jika anak menjajaki berbagai
peran dan menemukan peran positif maka ia akan mencapai identitas yang positif.
Jika orangtua menolak identitas remaja sedangkan remaja tidak mengetahui banyak
peran dan juga tidak dijelaskan tentang jalan masa depan yang positif maka ia
akan mengalami kebingungan identitas.
Menurut
James Marcia, status identitas pada remaja ada empat, yaitu identitas diffusion, identitas foreclosure, identitas moratorium, dan identitas achievement.
Status
identitas diffusion diperoleh remaja
apabila remaja tersebut belum pernah mengalami krisis sehingga belum membuat
komitmen. Status identitas foreclosure
adalah status identitas untuk remaja yang walaupun belum pernah mengalami
krisis, tetapi ia sudah mampu membuat komitmen. Sedangkan Identitas moratorium, adalah dimana seorang remaja
sedang berada dalam krisis, tetapi belum membuat komitmen. Dan untuk remaja
yang telah mengalami krisis dan telah membuat komitmen, ia memiliki status
identitas achievement.
Krisis
yang dialami remaja dalam hal ini adalah suatu masa perkembangan identitas
dimana remaja memilah-milah alternatif-alternatif yang berarti dan tersedia.
Sedangkan komitmen adalah suatu bagian dari perkembangan identitas dimana
remaja menunjukkan adanya suatu ivestasi pribadi pada apa yang akan mereka
lakukan.
ANALISIS FILM :
Film
Gridiron Gang adalah salah satu film yang menceritakan permasalahan yang
dialami oleh remaja. Pada film ini terlihat bahwa kondisi keluarga yang tidak
harmonis dan tidak baik adalah pencetus munculnya permasalahan pada diri
remaja. Perkembangan sosial, emosional dan kepribadian ditunjukkan dengan
adanya gender dengan budaya laki - laki yang mempertahankan genk nya sehingga
menimbulkan kesenjangan sosial negatif.
Berdasarkan
yang dikemukakan oleh Santrock mengenai beberapa alasan yang menyebabkan remaja
melakukan kekerasan, dalam film ini yang paling mempengaruhi adalah
"Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari
orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua,
ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua", yang didukung
juga oleh C. Zastrow, hal ini adalah faktor utama yang menyebabkan para remaja
tersebut melakukan kenakalan.
Dalam
film ini diceritakan, Willie Weathers, ia masuk ke dalam penjara karena
membunuh ayahnya sendiri. Adapun alasan ia membunuh ayahnya adalah karena
perilaku ayahnya yang sering melakukan kekerasan pada ibu termasuk dirinya.
Ayahnya pun juga memberikan label yang tidak baik pada Willie dengan mengatakan
ia anak yang tidak berguna. Dengan banyaknya tekanan dari teman-temannya
(sebelumnya diceritakan bahwa Willie ditugaskan oleh genknya untuk membalas
dendam atas kematian saudara sekaligus teman satu genknya) dan ditambah tekanan
dari permasalahan keluarganya, membuat Willie berani untuk membunuh ayahnya.
Kondisi keluarga yang tidak baik dan didukung oleh lingkungan peer-group yang juga tidak baik, sangat
terlihat sebagai pemicu bagi seorang anak untuk melakukan tindakan kekerasan
bahkan kejahatan, terutama pada remaja. Orang tua Willie menjadi salah satu
krisis dalam perkembangan identitasnya. Saat menjadi anggota genk, ibunya
cenderung membiarkannya. Tetapi setelah Willie menembak mati teman pria ibunya
didepan adiknya, ibunya memilih untuk meninggalkan Willie dan tinggal jauh
darinya. Tidak adanya peran ayah juga sangat mempengaruhi perkembangan
identitas Willie sehingga ia mengalami banyak krisis. Namun setelah bertemu
dengan Porter, pengurus penjara anak-anak dan sekaligus pelatih footballnya,
Willie mulai mendapatkan pencerahan dalam perkembangan identitasnya dan
mendorongnya sehingga Willie memiliki status identitas achievement. Dimana pada
akhirnya Willie berani untuk berkomitmen dan setelah keluar dari penjara ia
tidak lagi bergabung dengan genknya dan memutuskan untuk berkarir di dunia
olahraga football Amerika. Seperti halnya yang dialami Junior, ia telah
menyadari kesalahannya selama ini, ia lelah menjadi seorang pecundang dan akhirnya
ia berkomitmen pada dirinya untuk memperbaiki diri demi orang-orang yang ia
sayangi terutama keluarganya.
Lalu
dalam film ini diceritakan pula, Kenny Bates yang mengalami broken home dan tidak akur dengan ibunya
yang menunjukkan pemberontakkannya dengan cara mencuri. Dari hal tersebut bisa
dilihat bahwa keluarga sangat berperan besar bagi perkembangan seorang anak
yang nantinya akan membentuk kepribadian mereka. Namun adanya dukungan dari
orang tua dan lingkungan yang baik, dapat membantunya untuk mulai bisa
menentukan karir atau perilaku seperti apa yang harus ia ambil dan ia jalani.
Semakin mereka mencoba berbagai peran, maka mereka semakin tau masa depan yang
harus mereka ambil. Seperti yang di alami Kenny, ia akhirnya meneruskan menjadi
pemain football setelah keluar dari penjara karena mendapat dukungan dari
ibunya.
Dalam
film ini Sean Porter memiliki andil yang sangat besar, dimana ia membentuk
identitas tiap – tiap remaja di Camp tersebut, agar mereka bisa berubah dari
seorang pecundang (seperti yang selama ini mereka pikir) menjadi seseorang yang
berguna dan mempunyai harga diri. Karena dengan adanya dukungan positif dari
lingkungan, akan mengarahkan remaja pada pribadi yang positif pula.
Sekian
,, trima kasiih... (^.^)


teori banyak yang dicantumkan, tapi kurang dipakai untuk analisis...
BalasHapus